Tentang Paroki
Paroki Santo Mikael Kuda Mati adalah salah satu komunitas iman Katolik di bawah naungan Keuskupan Agung Merauke yang terletak di wilayah Distrik Merauke, Papua Selatan. Paroki ini menjadi pusat pelayanan rohani bagi umat di kawasan Kuda Mati dan sekitarnya, dengan semangat pelindung Santo Mikael Malaikat Agung sebagai simbol keberanian dan perlindungan iman. Gereja ini dikenal karena keberagamannya, menyatukan masyarakat asli Papua dan pendatang dalam persaudaraan lintas budaya. Selain fokus pada pelayanan sakramental, paroki ini aktif dalam pemberdayaan umat melalui berbagai kelompok kategorial seperti OMK dan WKRI, serta sering memadukan kearifan lokal (seperti penggunaan alat musik Tifa) ke dalam tradisi liturginya.
Identitas Paroki
Paroki St. Paroki Santo Mikael Kuda Mati Merauke
- Alamat: Jl. Kuda Mati, Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
- Telepon: 0971-321999
- Email: stmikaelkudamati@gmail.com
Jadwal Misa
Jadwal misa belum diperbarui di dashboard admin.
2,059
Jiwa Umat
371
Keluarga
24
Lingkungan
Layanan Pastor
Senin
05:00 - 06:30Pengakuan Dosa
Kamis
14:30 - 20:00Selasa
16:00 - 18:00Rabu
15:00 - 18:00Arah Pastoral
Visi Paroki
Visi
"Menjadi Persekutuan Umat Allah yang Mandiri, Beriman Teguh, dan Menjadi Berkat bagi Sesama di Tanah Papua."
Visi ini menekankan pada tiga pilar utama:
Kemandirian: Mampu mengelola tata kelola paroki dan ekonomi umat secara mandiri.
Iman yang Teguh: Memiliki akar iman Katolik yang kuat di tengah tantangan zaman.
Menjadi Berkat: Kehadiran gereja harus dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar, baik secara sosial maupun kemanusiaan.
Gerak Pelayanan
Misi Paroki
Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, Paroki Santo Mikael Kuda Mati menjalankan misi sebagai berikut:
Pemberdayaan Komunitas Basis (Kombas): Memperkuat persekutuan umat di tingkat lingkungan agar menjadi wadah saling berbagi dan saling menguatkan iman secara personal.
Peningkatan Pelayanan Sakramental: Menyediakan pelayanan sakramen dan liturgi yang hidup, bermakna, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan umat.
Inkulturas Budaya lokal: Menghargai dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya luhur (khususnya budaya Marind) ke dalam tradisi kehidupan menggereja untuk memperkaya iman.
Pembinaan Kaum Muda (OMK) dan Anak (Sekami): Menyiapkan generasi penerus gereja yang militan melalui pembinaan karakter, iman, dan keterampilan sosial.
Aksi Sosial Kemasyarakatan: Terlibat aktif dalam menangani isu-isu sosial di wilayah Kuda Mati, seperti pendidikan, kesehatan, dan pendampingan ekonomi bagi keluarga kurang mampu.
Pembangunan Infrastruktur Secara Gotong Royong: Melanjutkan pembangunan fasilitas paroki (seperti Aula dan Pastoran) sebagai sarana penunjang kegiatan pastoral yang lebih baik.