Sejarah Gereja
Perjalanan iman paroki dari masa ke masa
Sejarah Singkat Paroki
Asal-Usul: Sebelum menjadi paroki mandiri, wilayah Kuda Mati berstatus sebagai Stasi di bawah naungan Paroki Kristus Raja (Kampung Baru).
Pemekaran: Seiring dengan pertumbuhan jumlah umat yang pesat di kawasan Kuda Mati, Keuskupan Agung Merauke memutuskan untuk melakukan pemekaran wilayah dari paroki induknya di Kampung Baru.
Peresmian: Secara resmi, Paroki Santo Mikael Kuda Mati ditetapkan sebagai paroki mandiri pada tanggal 29 September 2019, bertepatan dengan Pesta Nama Santo Mikael Malaikat Agung.
Tujuan: Pemisahan ini bertujuan untuk mempermudah akses pelayanan sakramental (baptis, pernikahan, dll.) dan penguatan iman umat secara lebih intensif dan otonom di wilayah tersebut.
Kemandirian: Sejak saat itu, seluruh urusan administrasi dan pelayanan pastoral yang sebelumnya dikelola oleh Paroki Kampung Baru kini dikelola secara mandiri oleh Sekretariat Paroki Santo Mikael.